Panduan Keamanan & Cara Pakai Produk Almori

Demi keamanan dan hasil terapi yang optimal, mohon baca petunjuk penggunaan ini dengan saksama sebelum mengonsumsi ALMORI.


⚠️ PENTING: Siapa yang BOLEH dan TIDAK BOLEH Mengonsumsi?

✅ Disarankan Untuk:

  • Pasien yang sedang menjalani terapi kanker (sebagai pendamping),serta penyakit lainnya.
  • Orang yang mencoba obat alternatif obat herbal.
  • Usia 2 tahun hingga 59 tahun.

❌ KONTRAINDIKASI (Dilarang Keras):

  • Penderita Gagal Ginjal: Produk ini tidak boleh dikonsumsi oleh penderita gagal ginjal karena beban filtrasi yang berat.
  • Anak di bawah 2 tahun.

ℹ️ Perlu Konsultasi Khusus:

  • Lansia (Usia 60+): Harap hubungi layanan konsumen kami atau konsultasikan dengan dokter Anda terlebih dahulu untuk penyesuaian dosis.

💧 Cara Konsumsi yang Aman

Produk ini adalah konsentrat (cairan pekat). DILARANG meneteskan langsung ke mulut tanpa air.

  1. Siapkan Air: Gunakan air minum (air putih) yang higienis/layak konsumsi.
  2. Campurkan: Teteskan produk sesuai dosis anjuran ke dalam air.
  3. Aduk & Minum: Aduk hingga rata, lalu segera diminum.

🚫 Peringatan Keselamatan (Safety Warning)

Mohon perhatikan hal-hal berikut untuk menghindari cedera atau efek samping:

  • JANGAN DITETES LANGSUNG: Dilarang keras meneteskan cairan murni (tanpa pelarut) langsung ke mata, bibir, atau lidah. Hal ini dapat menyebabkan iritasi serius atau luka bakar kimiawi.
  • Bukan Pengganti Obat Utama: Produk ini berfungsi sebagai pendamping (support) terapi medis, bukan pengganti obat dokter atau kemoterapi.
  • Simpan dengan Benar:
    • Jauhkan dari jangkauan anak-anak.
    • Simpan di suhu ruang <300C dan tempat kering.
    • Hindari sinar matahari langsung.
    • Penting: Pisahkan penyimpanan produk ini dari obat tetes mata atau obat luar lainnya agar tidak tertukar, terutama yang bentuk kemasan sama seperti Almori.

🚑 Pertolongan Pertama (Emergency)

Karena produk ini digambarkan sebagai cairan pekat (konsentrat) yang dilarang keras kontak langsung, diasumsikan produk ini bersifat iritatif, asam/basa kuat, atau panas.

Jika terjadi kesalahan penggunaan secara tidak sengaja, lakukan langkah berikut.

Berikut adalah langkah Pertolongan Pertama (First Aid) yang harus dilakukan segera jika terjadi kecelakaan:

1. Jika Terkena MATA (Paling Berbahaya)

Reaksi: Perih luar biasa, mata merah, risiko kerusakan kornea.

  1. JANGAN DIKUCEK: Mengucek mata akan memperluas penyebaran cairan dan memperparah luka pada kornea.
  2. Bilas dengan Air Mengalir (Irigasi):
    • Segera cari keran air atau air botolan bersih.
    • Miringkan kepala pasien ke arah mata yang terkena (agar air bilasan yang kotor tidak mengalir ke mata yang sehat).
    • Buka kelopak mata dengan jari, biarkan air mengalir membasuh bola mata secara lembut selama 15–20 menit tanpa henti.
  3. Lepas Lensa Kontak: Jika menggunakan lensa kontak, lepas segera saat membilas (jika belum lepas sendiri).
  4. Segera ke IGD/Dokter Mata: Setelah dibilas, segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat. Bawa botol produk untuk ditunjukkan kepada dokter.

2. Jika Terkena BIBIR atau Rongga MULUT

Reaksi: Rasa terbakar, bengkak, atau melepuh pada mukosa mulut.

  1. Ludahkan Segera: Jangan ditelan. Ludahkan sisa cairan secepat mungkin.
  2. Kumur-kumur Intensif: Kumur dengan air bersih yang banyak dan buang (lakukan berulang kali) untuk membersihkan sisa zat di rongga mulut.
  3. Minum Air Putih/Susu: Jika rasa terbakar menetap setelah berkumur, minum air putih dingin atau susu murni sedikit demi sedikit untuk membantu menetralkan atau menenangkan jaringan lunak.
  4. Kompres Dingin (Untuk Bibir): Jika bibir bengkak atau terasa panas, kompres bagian luar bibir dengan kain yang dibungkus es batu (jangan es batu langsung tempel ke kulit).

3. Tanda Bahaya (Wajib Segera ke IGD)

Segera bawa ke Rumah Sakit jika muncul gejala berikut setelah terpapar:

  • Pandangan mata menjadi kabur atau gelap.
  • Mata tidak bisa dibuka karena bengkak atau sakit hebat.
  • Bibir/lidah bengkak hingga sulit bernapas atau menelan.
  • Suara menjadi serak mendadak (tanda bengkak di tenggorokan).
Silakan Bagikan:
Scroll to Top